Gethuk adalah cemilan atau jajanan dari ketela pohon atau singkong. Makanan ini biasa ditemui di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pembuatan gethuk dimulai dari olahan singkong kemudian dikukus, setelah matang kemudian ditumbuk atau dihaluskan dengan cara digiling, lalu diberi gula. Sebagai tambahan biar makin gurih, ditaburi dengan parutan kelapa.

Sumber foto: Gethuk

Sekarang, gethuk ada penyajian dalam bentuk kering atau crispy, namanya Gethuk Kriuk. Rasanya pun bisa variasi manis-asin-gurih-pedas. Secara rinci ada 4 varian rasa:
÷ Original
÷ Keju
÷ Barbeque
÷ Sambalado



Tersedia kemasan 250 gram, dengan harga Rp18.000,-/bungkus. Lokasi penjualan ada di Timoho, Yogyakarta. Siap dikirim ke mana saja, bisa juga bagi yang berminat untuk menjadi reseller-nya. Penasaran,langsung kontak saja ke: PIN BBM 52213BEA atau WA 0877 3899 0909.

#duluempuksekarangkriuk
Ampyang kacang atau biasa disebut gula kacang, merupakan cemilan khas Jawa yang terbuat dari kacang tanah dan diberi gula jawa. Biasanya, rasa yang disajikan ampyang ada yang manis dan gurih. Selain sebagai cemilan di rumah, ampyang juga menjadi jajanan yang populer, tidak heran apabila ampyang kacang dijadikan salah satu menu oleh-oleh. Daerah yang banyak menghasilkan ampyang adalah Yogyakarta dan wilayah Jawa Tengah lainnya.

Ampyang Kacang

Salah satunya Ampyang Kacang Asmoro. Produsen ampyang kacang ini berlokasi di Nglaran RT 03/07 Desa Banyakprodo Kecamatan Tirtomoyo Wonogiri Jawa Tengah. Kemasan 250 gram/bungkus, harga Rp10.000,-, apabila order minimal 5 bungkus harga menjadi Rp9.000,-. Pengiriman luar kota bisa melalui Tiki JNE. Kontak langsung Ampyang Kacang Asmoro ke PIN BB: 5FACBA11, WA/sms 085642083388. Bisa juga ke halaman Facebook di https://www.facebook.com/GubukAmpyang


Selain ampyang kacang, ternyata tersedia juga Ampyang Kelapa. Di sini kacang digantikan potongan kelapa muda, dan gula merahnya diganti dengan gula pasir. Order minimal 5 bungkus harganya Rp9.000,-, sedangkan order minimal 10 bungkus harganya Rp8.500,-. Wow, boleh dicoba, nih!

Ampyang Kelapa

Sore-sore di teras, minum teh panas manis kental, ditemani ampyang kacang, enak tenaaaaan....
Selain gudeg, jenis kuliner yang favorit di Jogja adalah bakmi. Ya, olahan bakmi yang digoreng maupun direbus/godog (Jawa). Dengan kuah kaldu ayam asli, olahan bumbunya bisa menjadi sangat sedap, dan selalu bikin ketagihan. Kalau pergi ke Jogja tidak mampir ke warung bakmi, rasanya ada yang kurang.

Nah, kalau sedang tidak atau ada kepentingan di Jogja bagaimana? Bagi yang tinggal di wilayah Jakarta Selatan, khususnya wilayah Jagakarsa tidak perlu khawatir, sudah ada yang namanya warung Bakmi Jogja Cahnem. Mulai buka pukul 17.00-habis. Lokasinya ada di Jl. Jeruk Jagakarsa, apabila turun di stasiun Lenteng Agung, cukup naik ojek, kurang dari 10 menit sudah sampai di lokasi. Kalau dari arah stasiun LA, Bakmi Cahnem berada di kanan jalan, tidak jauh dari pertigaan. Sebelah kanan bengkel motor.



Harganya juga tidak terlalu mahal. Sepiring bakmi rebus harganya 20 ribu. Bisa dibungkus apabila ingin dinikmati di rumah. Ada yang spesial, apabila masih ada, kita bisa minta ditambahkan potongan rebusan tulang ayam. Bheuh, nikmatnya sampai ke ubun-ubun. Apalagi makan bakmi rebusnya pas hujan turun, mantab jiwa, broooo....



Monggo, yang sudah tidak tahan langsung mampir saja! :D
Abon, salah satu lauk favorit dan penting bagi anak kos.... hehehehe...

Ya, gak ada abon gak rame! Abon yang memiliki jenis seperti abon ikan, abon daging sapi, dan juga abon daging ayam. Nah, di antara ketiga abon tadi, abon yang paling terkenal dan banyak disukai adalah abon sapi. Rasanya yang gurih, renyah dan enak, sangat cocok untuk teman makan nasi, apalagi ketika uang jajan di dompet mulai menipis, abon menjadi solusi yang sangat tepat. Selain sebagai lauk, abon sapi juga bisa digunakan juga sebagai isian untuk pastel abon, roti abon, dan yang lainnya.



Seperti halnya masakan, olahan dapur ibu adalah masakan yang paling lezat dan pas bumbunya. Karena masakan ibulah yang pertama kali kita nikmati, sebelum membeli masakan yang di luar rumah. Begitu juga dengan abon, ketika kita merasakan jenis abon sapi yang pertama kali, maka abon sapi tersebutlah yang terasa pas dan lezat rasanya. Dibandingkan dengan abon sapi lainnya, walaupun bahan daging sapinya mungkin lebih baik.

Setuju? ;)
Dawet, salah satu minuman khas yang ada di Indonesia. Di Banjarnegara dikenal dengan istilah Dawet Ayu, di Purworejo ada Dawet Ireng (hitam), di Bandung juga ada Dawet Bandung, atau Yogyakarta yang populer dengan dawet berasnya. Agar lebih segar, biasanya dinikmati dengan campuran bongkahan atau serutan es, hhhhhmmmm..... segarrrrr.

Dawet yang biasa kita kenal, biasanya dicampur dengan santan yang kental dan gula merah cair. Minuman dawet ini juga dikenal dengan cendol, yang merujuk pada bagian minuman yang kenyal terbuat dari tepung tapioka atau beras. Cendol ini ada yang berwarna hijau, merah, pink, dan putih.



Nah, di Yogyakarta, tepatnya di kawasan wisata Grojogan Sewu, Girimulyo Kulonprogo, ada yang menyajikan minuman dawet pecel. Pecel? Iya. Pecel yang selama ini identik dengan menu makan ayam, ikan lele, atau pecel kuah kacang, kini disandingkan dengan minuman dawet. Dawet pecel ini selain cendol, ditambahkan dengan kecambah, daun seledri, bawang goreng, dan juga sambal. Sambalnya sendiri dibuat dari irisan kelapa yang disangrai, dan ditumbuk dengan cabai merah, bawang putih, gula pasir, dan garam. Kalau dawet biasanya disajikan dengan kuah santan, tapi dawet sambal ini tidak menggunakan santan dan juga es. Unik, ya.

Bagi yang penasaran, langsung saja ke TKP! ;)

Foto: Erwin Oktavianto
Hampir semua orang di Indonesia pernah mendengar yang namanya Gudeg. Ya, makanan dengan cita rasa manis ini sudah menjadi semacam makanan pokok penduduk Jogja, dan juga oleh-oleh khas bagi wisatawan yang datang ke Jogja. Tidak ke Jogja kalau belum bersentuhan dengan gudeg.

Gudeg ada dua jenis, yaitu: gudeg kering dan gudeg basah. Gudeg yang biasa untuk oleh-oleh adalah gudeg kering, karena lebih tahan lama, sehingga ketika sudah sampai di kota asal masih enak dimakan. Banyak sentra gudeg di Jogja, antara lain: daerah Barek Bulaksumur yang dekat dengan kampus UGM atau di daerah Wijilan yang dekat dengan lokasi wisata kratin Jogjakarta.

Lalu, bagaimana jika yang tinggal di luar kota Jogja ingin menikmati gudeg khas Jogja secara langsung? Di beberapa kota sudah ada yang membuat sentra gudeg sebagai solusi pengobat rindu akan gudeg. Nah, untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya ternyata sudah ada juga. Namanya Gudeg Kangen Jogja, menyajikan jenis gudeg kering. Rasanya tidak terlalu manis. Solusi bagi yang suka gudeg, tetapi tidak ingin yang terlalu manis.


Bagi penggemar gudeg kering yang berminat, bisa kontak ke alamat lengkapnya: 
Perumahan Graha Tirta cluster Blogenville no. 15, Jl. Brigjen Katamso, Waru Sidoarjo.  Pin BB: 7D0E8A03; WA: 0856 305 7223, dan ini Facebook-nya.

Menu yang tersedia: Paket nasi gudeg mulai 14 ribu, paket tanpa nasi mulai 35 ribu.

Kelebihan Gudeg Kangen Jogja: 
- Menggunakan bahan ayam kampung.
- Tidak terlalu manis.
- Sambel krecek yang khas gudeg Jogja.
- Beberapa bahan didatangkan langsung dari Jogja untuk menjaga cita rasa gudeg asli.
- Melayani pengiriman untuk wilayah Surabaya Sidoarjo, dan sekitarnya.
- Sudah dibawa pelanggan yang membeli langsung sampai kota Solo, Madiun, Tulungagung, dan Mojokerto.
- Bisa tahan 12 jam di luar kulkas.
- Tahan 3-4 hari di kulkas.

Monggo, yang sudah tidak tahan kangennya sama gudeg, langsung pesan! ;)
Bakso, salah satu kudapan paling populer di Indonesia. Tiap sore, bisa dipastikan jajanan ini yang paling diburu ketika berkeliling di kampung. Apalagi, kalau pas hujan, hmmmm.... nikmat sekali. Cuaca dingin, ditemani bakso kuah yang menghangatkan badan. Pas.



Nah, ketika bakso dipasangkan dengan tahu, tentu saja menjadi sebuah kombinasi yang luar biasa. Tandem tempe ini juga sudah mendarah daging bagi orang Indonesia. Temannya nasi yang paling setia. Mau diolah menjadi apa saja tetap lezat di lidah. Jadilah kudapan bakso tahu. Dimakan langsung enak, digoreng bisa, dicampur bakso kuah makin sedap.



Bakso tahu dengan merk Tahu Bazo ini salah satunya. Dengan ukuran yang lebih besar, menyediakan bakso tahu bagi yang tinggal di daerah Kalibata, Bogor, dan juga Rest Area Tol Cibubur km 10. Baksonya lebih terasa dagingnya, tahunya gurih tanpa pengawet borak dan tanpa formalin. Kontak bisa langsung ke ibu Aty 087885946888.
Siapa yang tidak suka agar-agar? Hampir semua orang suka agar-agar. Apalagi, sejak kecil kita sudah dibiasakan mendapat kudapan agar-agar dari orangtua atau jajanan. Nah, salah satu olahan dari agar-agar yang juga disukai banyak orang adalah puding. Ada yang belum tahu? Ya, puding adalah nama makanan yang terbuat dari bahan dasar agar-agar. Seperti halnya manfaat agar-agar, puding juga mempunyai  manfaat yang baik untuk kesehatan, antara lain: membantu melancarkan proses pencernaan, baik untuk menjalankan program diet secara sehat.



Salah satu jenis puding yang populer adalah puding buah, yang komposisinya campuran buah. Bisa dibayangkan, agar-agar yang sudah segar, ditambah dengan buah-buahan, mantap segarnya. Sebagai sajian, puding buah bisa untuk sajian arisan keluarga,rapat di kantor, acara ulang tahun, maupun acara buka puasa yang memerlukan sajian yang segar dan manis.

Bagi yang berada di kawasan Jakarta, khususnya Buaran, Pondok Bambu, Klender, Pondok Kopi, maupun Pondok Kelapa Jakarta Timur, bisa memesan puding buah yang segar tersebut. Untuk wilayah tersebut bebas ongkos kirim. Harga per cup Rp3.000,- Silakan kontak WA: 087878691675.
Salah satu jenis buah salak yang pertama dikenal adalah salak pondoh, khas daerah Sleman Yogyakarta. Rasa manis dan kenyal daging buahnya pas di mulut. Menyegarkan dan tidak bikin eneg. Bahkan, tidak cukup dua, tetapi bisa 5 buah salak kita lahap. :D

Ternyata, buah salak tidak hanya dimakan langsung, tetapi bisa juga dibuat minuman, istilahnya sari buah salak. Apalagi kalau panen salaknya berlimpah, diversifikasi produk menjadi minuman ini merupakan solusi yang sangat bagus bagi para petani dan pengusaha minuman umkm, khususnya yang berada di Yogyakarta.

Produk olahan sari buah salak yang merupakan ekstrak dari buah salak yang tidak mengalami proses fermentasi dan penambahan CO2 (karbondioksida). Selain praktis, manfaat buah salak antara lain: mempunyai kandungan serat yang tinggi dan dapat mengobati berbagai penyakit, di antaranya betakaroten yang sangat baik untuk menjaga kesehatan mata. Dapat juga digunakan sebagai obat diare. Selain itu, di dalam sebuah salak juga mengandung vitamin C.

Salah satu merk minuman sari buah salak adalah PRAMINA. Dan, minuman ini lebih segar dinikmati dalam keadaan dingin.



Untuk delivery order, minimal order 10 dos, cocok untuk suguhan lebaran, arisan, dan oleh-oleh. 
Harga dos putih isi 24 cup= 32rb, dos cokelat isi 6 cup= 12rb.

Kontak (WA) : 08122799165
Alamat pembelian langsung: Jl.Munir,Serangan NG2/21 (depan SDN.SERANGAN/barat Taman Parkir Ngabean) Yogyakarta.

Salah satu bentuk olahan jamur adalah dengan dibuat jamur tiram yang di-crispy. Sehingga dapat kita nikmati sebagai cemilan menemani kopi atau teh panas saat sore hati. Apalagi kalau pas hujan, nikmat sekali. ;)

 


Harga yang ditawarkan FCK Kecil: Reseller 7.500/pcs minimal 40 pcs.
* Paket Musuh (1pcs) : 13.000 /pcs
* Paket Sahabat (6pcs) : 11.000 /pcs
* Paket Keluarga (10pcs) : 10.000 /pcs
- harga ini disesuaikan kondisi wilayah/ongkir para reseller

Harga FCK Jumbo : Reseller 50.000/pcs min 6pcs.
* Paket Musuh (1pcs) : 75.000 /pcs
* Paket sahabat (3pcs) : 65.000 /pcs
* Paket Keluarga (4pcs) : 60.000 /pcs
- harga ini disesuaikan kondisi wilayah/ongkir para reseller,

Lokasi penjualannya berada di kota Kediri Jawa Timur. Kontak: pin bb: 21ADE510 - WA 082281607267. Silakan bagi yang berada di sekitar lokasi bisa langsung ke tkp.

Selamat menikmati. ;)
Berikut ini akan kita sajikan berbagai usaha kuliner di nusantara. Kita coba bantu informasikan sebaik mungkin. Apabila ada yang tertarik bisa kontak langsung dengan penjualnya.



Nah, bagi yang sedang berada di Jogja, ini ada Bandeng Laris Cabut Duri. Olahan bandeng dengan bumbu rempah-rempah, bisa langsung digoreng atau dikukus. Selanjutnya langsung santap dengan nasi hangat. Nyamnyam. Oiya, variannya ada bandeng pedas dan gurih. Dimasak tanpa bahan pengawet dan MSG.

Harga per buahnya 15.000. Bagi yang mau order minimal 5 bungkus bisa delivery order. Nomor kontaknya 081227565606. Untuk outletnya ada di Jalan Wates km 5.5, barat Pasar Buah Gamping Sleman, Yogyakarta.
Ada yang belum tahu jajanan atau cemilan yang namanya cilok? Ya, cilok merupakan gabungan dari dua kata, yaitu aci dan dicolok. Dinamakan cilok karena bahan utama cemilan ini adalah tepung tapioka atau kanji, yang dalam bahasa Sunda disebut aci, dan biasanya dimakan dengan cara dicolok acinya.

Cilok biasanya banyak dijual di lingkungan sekolah, terutama sekolah dasar. Antara lain karena harganya terjangkau uang saku anak SD. Namun, ternyata penggemar cilok tidak hanya anak kecil, orang dewasa pun tetap bisa menikmati jajanan yang kenyal-kenyal ini. 



Sekarang cilok yang dijual memakai gerobak dorong itu satu butir dihargai 500 rupiah. Bumbunya ada yang kacang, saos sambel, lalu dilumuri kecap manis. Melihat potensi pasar yang luas, cilok sekarang bisa dijual dengan kemasan yang lebih baik dan elegan, yaitu dengan dibungkus wadah plastik sekaligus diberi merk, seperti yang diproduksi oleh Pawon Iteung ini.


Pawon Iteung (IG: @Pawon_Iteung) mencampur adonan kanjinya dengan tetelan daging atau daging cincang, sehingga mampu memberikan rasa yang lebih berkelas. Cilok naik kelas. Harganya bisa mencapai Rp20.000,- per wadah isi 20 butir, dan bisa dijadikan sebagai kudapan acara arisan, bahkan resepsi pernikahan.

Jadi, bagi yang kangen jajanan masa kecil, cilok bisa menjadi salah satu obat yang pas, ya. ;)


Bakpao, salah satu kudapan atau cemilan favorit, terutama saat perut keroncongan. Cukup dengan uang 5000 rupiah kita sudah bisa kenyang. Ya, makanan ini memang memiliki ciri khas, antara lain: bentuknya, aromanya, dan juga tekstur ketika kita kunyah.


Ada berbagai macam rasa yang ditawarkan bakpao. Misalnya bakpao isi kacang hijau, cokelat, stroberi, ayam, dan juga kumbu hitam. Nah, yang isi ayam ini biasanya yang beli akan menerima saos sambal dari penjualnya. Karena memang lebih pas jika isi bakpao ayamnya diolesi dengan saos sambal...... nyammmmm..... pas di lidah.

Biasanya, penjual bakpao ini mulai berkeliling pada sore hari. Ada yang dengan gerobak dorong, becak, bahkan dengan dipikul. Hujan dan bakpao, merupakan sebuah pasangan. Dengan masih mengepulkan asap setelah dikeluarkan dari kukusannya, dan dinginnya cuaca saat hujan, merupakan paduan yang bagi kita mengudap bakpao. Apalagi ditemani teh manis kental..... nikmat.
Salah satu kudapan atau jajanan khas di Jogja adalah rujak es krim atau ada yang menyebut rujak gobet. Paduan antara serutan buah mentimun, mangga, kedondong, pepaya, nanas, dan bengkoang, yang disiram dengan ulegan sambal gula jawa, kemudian diberi es krim pada topping-nya.

Bahan sambalnya itu sendiri adalah asam jawa, kencur, gula jawa, cabai, dan sedikit air. Sehingga, rasa yang diciptakan oleh rujak es krim ini perpaduan rasa pedas, asam, dan manis campur di lidah. Menyegarkan, apalagi dinikmati ketika cuaca sedang terik.



Kawasan yang banyak menjual rujak es krim ini berada di sekitar Jl. Harjowinatan, sisi barat Puro Pakualaman. Dari arah Malioboro ke arah timur sekitar 2,5 km, melewati Jalan Sultan Agung dan jembatan Sayidan yang terkenal berkat lagu dari Shaggy Dog itu.

Hanya beralaskan tikar atau kursi plastik, pengunjung bisa membeli rujak es krim sambil menikmati suasana yang tenang dan teduh di seputaran kediaman Paku Alam. Suasana jalannya tidak begitu ramai, jadi tidak terlalu mengganggu apabila kita lesehan di situ. Nah, apabila sedang turun hujan atau ingin dinikmati di rumah, rujak es krim ini juga bisa dibungkus. Sebungkus dihargai 5 ribu rupiah.

Murah, lezat, selamat mencoba! ;)
Pernah dengar atau mungkin makan tiwul? Ya, makanan khas Jogja berbahan singkong yang rasanya manis-manis kenyal pas dikunyah. Cocok sebagai cemilan di pagi hari, ditemani teh manis atau kopi hitam. Pengganti sarapan nasi yang pas;

Di Jogja, salah satu tempat yang menjual tiwul adalah di Pasar Ngasem. Kalau dari pintu masuk, langsung ambil sisi kiri pasar. Biasanya buka pukul 6 pagi, dan sudah lumayan banyak antriannya. Biasanya satu bungkus dihargai 2000 rupiah.


Ada yang pengin mencoba membuat? Mungkin resep di bawah ini bisa dipraktikkan.

Bahan-bahan yang harus disiapkan antara lain:
- 350 gram singkong
- 200 ml air matang
- 150 gram gula merah
- Daun pisang

Bahan untuk ditaburkan pada tiwul:
- 200 gram parutan kelapa
- 2 lembar daun pandan
- ¼ sdt garam

Cara membuat:
- Kupas singkongnya, lalu cuci dengan air hingga bersih.
- Potong singkong dengan ukuran sesuai selera. Untuk mempercepat proses pengeringan, potong singkong lebih tipis.
- Jemur singkong hingga kering, kurang lebih selama 3-4 hari.
- Tumbuk singkong yang sudah dikeringkan sambil dipercik air, sampai terbentuk butiran kecil.
- Siapkan panci untuk mengukus. Beri air secukupnya dan alasi dengan daun pisang.
- Masukkan butiran kecil singkong tadi ke dalam panci. Tambahkan serutan gula merah di atasnya secara merata. Kukus kurang lebih selama satu jam atau hingga matang, lalu angkat.
- Campurkan kelapa parut dan garamnya. Kukus bersama daun pandan di atas api sedang selama 15 menit. Lalu, angkat.
- Tiwul sudah bisa kita nikmati. Siapkan piring saji. Biar aromanya lebih khas bisa alasi tiwul dengan daun pisang. Taruh tiwul di atasnya. Taburi dengan kelapa parut secukupnya. 
- Siap disantap. ;)

Tapi, kalau tidak mau ribet, ya tinggal langsung saja ke pasar tradisional.... hehehe....selamat wisata kuliner!

Cemilan yang mirip dorayaki ini banyak dijual di beberapa tempat. Salah satunya yang enak ada di dalam pasar Ngasem Yogyakarta. Buka sekitar pukul 6.00. Jangan sampai kesiangan, nanti kehabisan bisa bikin manyun.... hehehehe...


Dikenal sebagai warung apem Mbak Wanti. Nah, yang kelihatan di video ini suaminya, Mas Doni. Perhatikan ya, jangan sampai salah.... :D



Kue ini lebih lezat dimakan ketika masih hangat. Harum aromanya tepungnya sangatlah menggoda. Apalagi sambil duduk-duduk santai di Plaza Pasar Ngasem, sambil memandangi eksotika beteng Sumur Gumuling Tamansari. Hmmmm.... mantap.
Setelah hampir lima tahun, kali ini punya kesempatan lagi mampir ke es krim Ragusa Es Italia yang legendaris itu. Datang sekitar pukul 15.00 WIB, dan seperti biasa suasananya hiruk pikuk, meja penuh, antrian di kasir panjang. Setelah memutuskan untuk bersabar menunggu meja kosong, tidak sampai 5 menit tiba-tiba ditawari ama mas-mas pramuniaga meja yang kosong. Sebuah keberuntungan.

Setelah duduk langsung ditawari menu. Karena sudah lama tidak mampir, akhirnya bingung, dan bertanyalah standar kepada pramuniaga,"Mas, yang laris es krim yang mana?"

Langsung ditunjuk dua jenis es krim paling best seller: Banana Split dan Spaghetti Ice Cream. Ok, deal! Oh, iya, ada yang unik di Ragusa ini. Di depan kedai es krim, ada yang jualan sate ayam dan asinan, dan ternyata kedua menu tersebut adalah menu makan para pembeli di Ragusa. Sebuah paduan yang agak aneh, tapi karena ini Indonesia, maka hal tersebut baik-baik saja :p


(menu di Ragusa)

Setelah menunggu sekitar 5 menit-dibantu pesan ama mas pramuniaga tanpa antri, keberuntungan kedua-akhirnya pesanannya datang. Mata langsung berbinar-binar lucu, lihat tempat es krimnya jadi berpikir: ini mau makan es krim atau bubur ayam, ya? :)))

(Banana Split)

(Spaghetti Ice Cream)

(zaman masih pakai mangkuk aluminium)

Setelah satu sendok Banana Split masuk mulut, baru inget kalau belum makan siang. Akhirnya pesan satu porsi sate ayam dan asinan. 

(sate ayam feat es krim ^^)

Aneh, ya? Namun, karena lapar dan hamparan es krim yang menggoda, tetap ludes 2 porsi 'makan berat' itu. Oiya, kedai tanpa fasilitas AC, hanya menggunakan kipas angin. Jadi memang sangat Indonesia sekali, makan es krim sambil berkeringat :D

Kalau dari rasa, sebenarnya rasa es krimnya biasa saja, mungkin karena faktor legenda itu menjadi tidak biasa. Rasa es krimnya tidak terlalu kuat, hanya rasa cokelatnya yang kuat. Namun itu tadi, faktor lokasi dan cerita bisa membuat terasa istimewa di lidah.

Yang tidak di sekitaran Jabodetabek pengin mencoba juga? Bisa cek lokasi ini. Mudah dijangkau, karena hanya berjarak 100 meter dari Stasiun Kereta Api Juanda. #umkm 







Gak terasa, sudah tahun 2016 saja, nih. Dan, sebulan kemarin belum update kulineran lagi.... hehehe...

Kali ini kulineran ke Bakmi Jogja Pitara Raya Depok, Jabar. Lokasi kebetulan dekat dengan rumah. Sebagai tempat untuk mengobati kekangenan akan bakmi khas Jogja asli cukuplah. Khususnya untuk bakmi godhog/rebusnya, maknyus tenan, terutama kalo badan lagi ga enak, langsung kemepyar! :D

Menu seperti yang terlampir dalam foto. Sedikit berbeda dengan warung lain, menu Magelangan di sini disebut dengan Nasi Mawut, bahkan dengan versi goreng dan godhognya.

Silakan mampir buat yang di sekitaran Depok, cuma kurangnya satu, problem klasik sih: tempat parkir sempit, kondusif hanya yang bawa motor atau naik angkot. Ancar-ancar paling mudah, tkp ada di sebelah kiri Klenteng Kong Miao Pitara, kalo dari arah Margonda ada di sebelah kanan jalan. Kalau mau pake gps atau maps, klik ini saja.