Setelah hampir lima tahun, kali ini punya kesempatan lagi mampir ke es krim Ragusa Es Italia yang legendaris itu. Datang sekitar pukul 15.00 WIB, dan seperti biasa suasananya hiruk pikuk, meja penuh, antrian di kasir panjang. Setelah memutuskan untuk bersabar menunggu meja kosong, tidak sampai 5 menit tiba-tiba ditawari ama mas-mas pramuniaga meja yang kosong. Sebuah keberuntungan.

Setelah duduk langsung ditawari menu. Karena sudah lama tidak mampir, akhirnya bingung, dan bertanyalah standar kepada pramuniaga,"Mas, yang laris es krim yang mana?"

Langsung ditunjuk dua jenis es krim paling best seller: Banana Split dan Spaghetti Ice Cream. Ok, deal! Oh, iya, ada yang unik di Ragusa ini. Di depan kedai es krim, ada yang jualan sate ayam dan asinan, dan ternyata kedua menu tersebut adalah menu makan para pembeli di Ragusa. Sebuah paduan yang agak aneh, tapi karena ini Indonesia, maka hal tersebut baik-baik saja :p


(menu di Ragusa)

Setelah menunggu sekitar 5 menit-dibantu pesan ama mas pramuniaga tanpa antri, keberuntungan kedua-akhirnya pesanannya datang. Mata langsung berbinar-binar lucu, lihat tempat es krimnya jadi berpikir: ini mau makan es krim atau bubur ayam, ya? :)))

(Banana Split)

(Spaghetti Ice Cream)

(zaman masih pakai mangkuk aluminium)

Setelah satu sendok Banana Split masuk mulut, baru inget kalau belum makan siang. Akhirnya pesan satu porsi sate ayam dan asinan. 

(sate ayam feat es krim ^^)

Aneh, ya? Namun, karena lapar dan hamparan es krim yang menggoda, tetap ludes 2 porsi 'makan berat' itu. Oiya, kedai tanpa fasilitas AC, hanya menggunakan kipas angin. Jadi memang sangat Indonesia sekali, makan es krim sambil berkeringat :D

Kalau dari rasa, sebenarnya rasa es krimnya biasa saja, mungkin karena faktor legenda itu menjadi tidak biasa. Rasa es krimnya tidak terlalu kuat, hanya rasa cokelatnya yang kuat. Namun itu tadi, faktor lokasi dan cerita bisa membuat terasa istimewa di lidah.

Yang tidak di sekitaran Jabodetabek pengin mencoba juga? Bisa cek lokasi ini. Mudah dijangkau, karena hanya berjarak 100 meter dari Stasiun Kereta Api Juanda. #umkm 







Gak terasa, sudah tahun 2016 saja, nih. Dan, sebulan kemarin belum update kulineran lagi.... hehehe...

Kali ini kulineran ke Bakmi Jogja Pitara Raya Depok, Jabar. Lokasi kebetulan dekat dengan rumah. Sebagai tempat untuk mengobati kekangenan akan bakmi khas Jogja asli cukuplah. Khususnya untuk bakmi godhog/rebusnya, maknyus tenan, terutama kalo badan lagi ga enak, langsung kemepyar! :D

Menu seperti yang terlampir dalam foto. Sedikit berbeda dengan warung lain, menu Magelangan di sini disebut dengan Nasi Mawut, bahkan dengan versi goreng dan godhognya.

Silakan mampir buat yang di sekitaran Depok, cuma kurangnya satu, problem klasik sih: tempat parkir sempit, kondusif hanya yang bawa motor atau naik angkot. Ancar-ancar paling mudah, tkp ada di sebelah kiri Klenteng Kong Miao Pitara, kalo dari arah Margonda ada di sebelah kanan jalan. Kalau mau pake gps atau maps, klik ini saja.

Olahan buah sebagai cemilan dengan sambal gula jawa setahuku ada dua: lotis dan rujak. Lotis itu kupasan berbagai buah dengan paduan sambal gula jawa. Kalau rujak buahnya diserut dan dicampurkan dengan sambal gula jawanya. Namun, ketika di Jakarta, pembagian tersebut sepertinya tidak berlaku. Yang ada hanya rujak buah namanya. Mau dicampur dengan sambalnya atau tidak. Bahkan, ada yang dikupas biasa dan langsung dicampurkan dengan sambalnya di cobek.

Mungkin karena sudah terbiasa beli sejak kecil, jadi kalau dalam seminggu tidak makan rujak merasa ada yang kurang. Akhirnya, kabar gembira itu datang. Teman kantor ada yang membawa rujak hasil hunting, jadi sebelumnya tidak tahu apakah enak atau tidak. Ternyata, enak banget. Lezat. Sebungkus cuma 9 ribu, sangat murah dibandingkan kelezatan dan kesegaran rujaknya.

Setiap sendoknya begitu berharga, apalagi kalau dimakan bareng-bareng teman kantor :p

Akhirnya, beberapa hari kemudian pas pulang kantor langsung cari rujak ini ke tkp. Jadi, bagi yang tinggal di sekitaran Jagakarsa Jakarta, warung rujak ini ada di Jalan Sirsak, di sisi kiri kalau dari arah Jalan Haji Montong, tepat di tikungan menuju kantor kecamatan Jagakarsa. Tempatnya sederhana sekali, sesederhana si ibu penjual yang ramah. Setiap yang beli, pasti disuguhi air putih sebagai teman menunggu pesanan.

Nanti siang atau sore mau berburu rujak ini? Bisa langsung ke tkp, klik ini. Kalau tampilan street view Google-nya, bisa klik ini. #umkm


Ketika di Jogja, pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk olahraga dan berburu jajanan atau wista kuliner cemilan. Bukan tanpa sebab, karena beberapa kuliner pagi bisa ludes dalam waktu singkat. Salah satunya Jenang Gempol ini. Jenang atau buburnya terbuat dari tepung beras, rasa jenangnya manis, manis gula merah. Gempolnya juga terbuat dari tepung beras, dibentuk bulat-bulat. Pada waktu kecil gempolnya ada yang ukuran besar dan kecil, sebagai variasi saja.

Rasanya gimana? Hmmmm... segar. Gempol yang gurih asin, terasa pas dengan jenang yang manis dan guyuran santan. Ya, paling tepat memang langsung menuju tkp... hehehe... Kalau di Jogja ada di depan Pasar Sentul, biasa buka pukul 6.00-8.00. Pernah datang pukul 9.00 sudah ludes. Ini petanya, klik. #umkm

Nah, sekarang posting tentang kue yang bikin gemes: kue cubit. Kue yang imut ini emang nggemesin, bentuknya imut tapi selalu bikin nagih... ambil lagi dan lagi, cubit dan cubit lagi. :p

Namun, kue cubit yang ini sedikit beda, karena memberikan pilihan rasa yang beda dengan versi originalnya. Ada rasa green tea, red velvet, chocolate, vanilla, strawberry, dan tiramisu. Harganya cukup murah 10 rb, sebungkus isinya 6 potong. Kalau ingi diberi topping, tersedia 6 pilihan.

Kemarin nyoba beli yang tiramisu, green tea, dan vanila. Cocok dimakan saat hangat, kenyalnya tepung sangat pas di gigi dan lidah, terutama yang green tea, segarrr... :D

Warung ini terletak di Jalan Nusantara Depok, kalo dari arah fly over, lampu merah belok kanan. Menara air masih lurus, sebelum ada tikungan, lokasi di kiri jalan. Bisa makan di tempat, bisa dibungkus. Kalau masih bingung, bisa klik peta ini. Kalau street view Google-nya ini. #umkm

Slurrrppp....

Nah, kalo seger2 yang satu ini usaha dari kawan saat kuliah di Komunikasi UGM. Bagi yang sedang atau akan berkelana di daerah Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan, bisa mampir untuk melepas dahaga. ;)

Nama outletnya 'Abdulloh Duren Corner', beralamat lengkap di Jl. Ahmad Yani Km 13,5, depan gerbang Pasar Batumandi Permai. Atau, kalau mau cek di google maps bisa klik link ini. #umkm

Hai.. hai... mau wiken lagi, nih. Bawaannya jadi pengin kulineran lagi.... hehehehe...

Oiya, beberapa waktu yang lalu mampir ke resto yang dikelola adik kelas SMAN 1 Jogja, yaitu Burg'o Resto Depok, Jawa Barat. Tempat itu udah jadi tempat favorit baru, pertama coba langsung jatuh cinta. Enak banged, men... suwer. Paling tidak ada alternatif tempat makan yang bukan nasi, enak, dan bikin kenyang. :p

Kunjungan terakhir kemarin pesan Hamburg Steak dan Ramen, minumnya jus jambu. Segar habis. Oiya, ada menu lain yang sedap di situ, yaitu saladnya. Nah, bagi yang penasaran atau pengin alternatif baru tempat makan, langsung saja ke tkp, di sini tempatnya. Kalau street view Google-nya ini. #umkm